Selamat Datang di www.minahasa.go.id Situs resmi Pemerintah Kabupaten Minahasa
Minggu, 05 September 2010 23:10
       

 
 
 

Tamu Saat Ini : 6
Tamu Hari Ini : 43
Tamu Kemarin : 50
Total Tamu : 609,213
  sejak 02.08.07
IP Address : 38.107.191.81
Opr. System :
Browser :
Lama Akses : 1.06 hrs
Update : 10.05.2008

Input Suara Rakyat? Klik disini
23 August 2010
jenny songkilawang
yth. buat unit yang mengurusi website ini. beritanya mohon di update terus. biar orang minahasa di perantauan tau informasi tu daerah. berita terakhir 18 juni 2010, skarang so tgl 23 agust 2010.. lama sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii apa dang berita - (jakarta)
10 August 2010
jenny songkilawang
Yth. pejabat pengelola kebersihan pemda minahasa. Tgl.5-6 Agust 2010, kita pulang kampung di Tondano, kong jalan-jalan di sekitar pasar bawah deng atas... aduh... maar dang... tu sampah di mana-mana... nyanda ta urus. makin kacau.. tu pemandangan.. - ()
04 August 2010
jacki
kasihan sx ini Minahasa pe web site. svr perhatikan kwa ini. so ini tu torang mo dp akang info ttg min mar kal bgn mo dp apa ? ini salah 1 media mo tarik infestor. tp nyatanya MENGECEWAKAN. skrg agustus 10 datax juni 07. da beking apa dank ni discap - (langowan)
03 August 2010
Ir. Roddy Tinggogoy, MM
Semoga Pilkada 3 Augustus 2010 baik pilgub dan pilbup berjalan dgn aman, damai, jujur, adil. Tuhan Jesus memberkati. - (Bandung Jawa Barat)
19 July 2010
udin
lanjudkan...kepemimpinanx pak.. - (kampus unima)
15 July 2010
Alvian Sumual
Yth: Bapak Bupati bagaimana mekanisme permohonan bantuan beasiswa Pemkab minahasa, soalnya di Unsrat tempat saya kuliah tidak ada Penggumuman mengenai Beasiswa dari PemKab Minahasa..... Mohon Informasinya....{Lebih Cepat Lebih Baik} Gb..... - (Minahasa Kakas)
25 June 2010
junaidi assa
m tanya apa ada beasiswa untuk penyusunan skripsi..bagi mahasiswa yang berdomisili di minduk??? - (kawangkoan)
18 June 2010
jenny songkilawang
Yth.direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano. Saya usul agar SDM baik teknis maupun administratif di tambah, dan yang sudah ada dibuat suatu sistem yang baik untuk kepentingan masyarakat Tondano, agar masy tidak lari ke luar tondano untuk mencari sistem - (jakarta)
10 June 2010
jenfly
SVR memang top 1 - (langowan)
09 June 2010
Warga Koha
Torang cuma mo blg pa ngoni penguasa minahasa khususnya Bupati (mar so non aktif ley) ataupun Asisten 1.....co buka ngoni pe mata deng hati nurani jgn byk putar bale selesaikan tuh masalah tower di desa Koha ngoni suka so baku bunung tuh disana baru - (Koha)
19 May 2010
Franky Runtulalo
Yth.: Anggota Legislatif di DPRD Kab. Minahasa khususnya yg berasal dr dapil 1.., tolong lia akang kasing tu jalan2 yang ada di desa2 sentra pertanian dan perkebunan, sebab biarpun hasil panen melimpah kalau sarana jalan tidak diperbaiki maka depe on - (Tahuna)
19 May 2010
Franky Runtulalo
Yth : eksekutif & legislatif Minahasa.., sebagai putera minahasa, yang berasal dari desa "KOHA" saya sangat berharap program pembangunan pada T.A 2011 nanti agar benar2 menyentuh sektor2 yg sangat vital, utamanya sektor sarana & prasarana jalan, kare - (Tahuna)
12 May 2010
julian
syaloom.....yth bpk SVR kenapa sampai saat ini "ECENG GONDOK di DANAU TONDANO" belum bersih?? kan di pemkab sdh ada dana untuk pembersihan jgn sampai dana tersebut hnya di slah gunakan org yg tdk bertanggung jawab.tx(julian pers MPK)pineleng - (pineleng)
28 April 2010
anita
for warga KOHA..jgn tunggu tu bupati..dia nda mo ambil pusing tudia ..kita sarankan mneingan ngoni warga koha bergerak sandiri ..serubuh itu tower pake senso potong tu pohong serubuh di menara/tower kalu ngoni mo harap pa vreeke ..percuma so 2 per - (ranomerut)
22 April 2010
julian
syaloom...buat bpk Bupati minahasa SVR dan Kejari supaya lebih pro aktif dalam memberantas korupsi di SKPD2 karena banyak sekali kasus korupsi yang sampai saat ini tidak terselesaikan,dan juga bisa menegur bawahan bapak di dinas pendidikan bidang TK/ - (pineleng)
20 March 2010
jemmy
Syalom!. Sukses buat SVR. Tlg perhatikan tu sampah d kompleks pasar tondano,krn slalu d biarkan smpai bau busuk menyengat. - (tomdano barat)
20 March 2010
rolly
Syaloom!. Skali SVR ttap SVR. Kota tndno mlai ada kemajuan.cuma sayangnya itu soal sampah masih butuh penanganan lbih serius,apa lagi d pasar tdo,tu sampah d tampung smpai bau busuk menyengat. - (tondano barat)
15 March 2010
meidi soriton
yang jadi orang-orang nomor 1dan2 di propinsi dan kabupaten harus asli daerah suami istri jangan ada marga lain - (jakarta)
09 March 2010
timi
hidup SVR....................... - (ranowangko)
25 February 2010
jenny songkilawang
yth. para pengelola web site pemda minahasa Edit trus kua setiap hari, biar info-info terkini seputar minahasa torang di perantauan tau dang. Somo 1 bulan tu berita babagini terus..... Maju trus minahasaku..... Keke Jakarta - (jakarta)
22 February 2010
neybi hermanus
websitenya masih kurang informatif, saya butuh info RPJMD Minahasa tapi nda ada, tolong admin web minahasa ut bisa upload infonya, karena ini penting utk diketahui masyarakat minahasa.trima kasih. - (kapataran)
16 February 2010
Roy Imbar
sebagai warga Minahasa khususnya kota Sonder kita so banyak baca tentang perkembangan kota yang semakin pesat,(ada kain bordiran,ternak,pertanian e lupa taun ini ta dengar ada yg mo ba pete cingkeh rawat jo bagus2 spy hslnya bagus juga. I Jayat Usan - (Pekanbaru)
16 February 2010
jenny songkilawang,skm
Syalom, kita pe sudara2 samua manado...... Untuk info kalo torang pe perkumpulan Matuari Ne Wengkol Wia Jakarta mau HUT Perkumpulan dan Kunci Taong 2009. Tu acara hari Sabtu, 20 Pebruari 2010 di Candi Bentar, Putri Duyung Ancol. Ketua Panitia Bpk.E - ()
30 January 2010
Roy
Sudah saatnya Mando menajadi Kota besar di Indonesia, bahkan mempunyai poternsi menjadi salah satu kota besar di Dunia, banyak yang bisa kita lakukan untuk Sulawesi Utara khususnya manado... Ayo mari bersama membangun Sulawesi Utara, bersama Sand - (Manado Sulut)
15 January 2010
John Datu
Bpk Bupati Yth.......tolong diselesaikan masalah PEMBANGUNAN TOWER DI DESA KOHA jgn sampai menunggu ada korban/pertumpahan darah baru diselesaikan.....GBU... - (KOHA)

SMS KE-75 GMIM
V-Design



26 June 2007 - 12:53 Posted by admin - dibaca 1407 kali

Implementasi Kebijakan Bebas SPP Sekolah Swasta

Penulis : P. Johanis Pinontoan Pr.

minahasa.go.id, Saat ini, gema bantuan pemerintah bagi peningkatan kualitas pendidikan sangat dirasakan. Pelbagai bentuk bantuan diluncurkan kepada lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. Salah satu bantuan yang sangat kentara adalah bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SD dan SMP dan Bantuan Khusus Murid (BKM) untuk SMA, sebagai program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak untuk wajib belajar 9 tahun. Selain itu, bantuan berupa dana prestasi dan dana penunjang di sekolah – sekolah, dirasakan sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerinta terhadap pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan, baik negeri maupun swasta. Tentu saja kabar gembira ini disambut dengan antusias dan gembira oleh seluruh komponen pendidikan.

Bersamaan dengan diluncurkannya program pemerintah tersebut, muncullah wacana “Pendidikan Gratis”. Salah satu implikasi dari wacana ini adalah :”Bebas SPP”. Tentu saja wacana ini menimbulkan sikap kontroversi dalam masyarakat, oleh karena pendidikan diperhadapkan dengan fenomena “pendidikan mahal” dan “pendidikan gratis”. Bersinggungan dengan kedua fenomena ini, kita perlu menelisik realitas pendidikan dalam konteks akuntabilitas pendidikan dan realisasinya.

Salah satu pertanyaan yang sering menjadi momok dan pergumulan masyarakat adalah mengapa pendidikan itu mahal. Kalau mau pintar, sediakan biaya yang besar. Implikasi dari pertanyaan tersebut adalah karena mahalnya pendidikan maka anak sulit mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Kalau sekolah, mau bayar dengan apa? Di mata masyarakat, sekolah sebagai lembaga formal, dipandang sebagai salah satu lembaga pembentukan akhlak, budi pekerti, iman, budaya dan pemberian pengetahuan kepada anak bangsa, melalui jenjang pendidikan formal. Meskipun harus diakui bahwa jenjang pendidikan pertama telah dimulai dalam keluarga. Keluarga menjadi pendidik pertama dan terutama bagi peserta didik. Namun demikian, sekolah merupakan tempat di mana anak didik berproses untuk pembentukan kemampuan atau kecakapannya untuk hidup (life skill). Untuk mencapai hal tersebut, peserta didik harus melalui suatu proses berjenjang, yaitu jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

Dalam upaya proses pendidikan itu, dibutuhkan dana yang tidak kecil. Setiap jenjang yang dilalui dalam proses pendidikan tersebut, membutuhkan biaya yang bervariasi. Beban pendidikan dalam proses yang satu ke jenjang yang lain semakin tinggi semakin meningkat. Oleh karenanya, tidak jarang keluhan bahwa “pendidikan itu mahal” sering diteriakkan oleh masyarakat yang kurang mampu dan mereka yang lemah ekonomi. Pendidikan tidak dapat ditempuh secara maksimal dan berkesinambungan oleh masyarakat yang lemah ekonominya. Pengangguran berhamburan di mana – mana. Anak – anak putus sekolah, prosentasinya semakin mencuat dan tak terbendung. Oleh karena tingginya beban biaya pendidikan dalam masyarakat, sering terjadi gap antara pelajar dan non pelajar, antara yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan. Lebih parah lagi kalau gap itu sampai pada pembedaan antara kaya dan miskin. Yang tetap menjadi persoalan yang sampai saat ini belum terselesaikan, adalah beban / biaya pendidikan, sementara kelompok masyarakat yang kuat ekonomimya seolah – olah tidak mempersoalkan tinggi atau rendahnya biaya pendidikan.

Salah satu upaya pemerintah untuk menghilangkan image bahwa pendidikan itu mahal, adalah dengan memberikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BKM, beasiswa, dana penunjang pendidikan dan lain – lain. Tentu hal ini tidak berarti bahwa dengan demikian, pendidikan itu gratis. Namun kiranya bantuan demikian merupakan sarana untuk memotivasi masyarakat untuk menyadari urgenitas dan pentingnya pendidikan dan terutama peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri.

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan, diamanatlan bahwa akuntabilitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, pemerhati pendidikan, sekolah maupun masyarakat (stakeholder). Dalam mengemban fungsinya, pemerintah merupakan komponen penyelenggara pendidikan nasional. Konsekuensinya adalah pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh komponen anak bangsa sebagai realisasi dari amanat cita – cita luhur bangsa Indonesia, yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Meskipun demikian, penyelenggara pendidikan memerlukan dukungan masyarakat yang memadai dan akuntabel. Oleh karena itu, langkah alternatif dalam mengupayakan dukungan masyarakat untuk sektor pendidikan ini, adalah dengan menumbuhkan keberpihakan konkrit dari semua lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Sehubungan dengan diluncurkannya program pemerintah dalam bentuk BOS dan BKM, maka secara positif, arif dan bijaksana, perlu dipandang sebagai salah satu bentuk implementasi dari akuntabilitas pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Tentu saja bantuan tersebut dimaksudkan untuk memotivasi insan pendidikan untuk memacu peserta didiknya dan komponen yang bersinggungan dengan dunia pendidikan untuk berupaya meningkatkan kualitas pendidikan yang menjadi harapan banyak pihak termasuk pemerintah.

Salah satu sekolah swasta yang memberikan respon positif atas kebijakan pemerintah terhadap pembebasan SPP bagi seluruh siswa, baik negeri maupun swasta, adalah SMA Katolik Santa Rosa de Lima Tondano. SMA Katolik Santa Rosa de Lima Tondano adalah salah satu SMA swasta di Kabupaten Minahasa, yang berlokasi di Jalan Matuari Nomor 97 Kelurahan Watulambot, Kecamatan Tondano Barat. SMA ini berdiri di bawah naungan Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado. Dalam kiprahnya untuk membangun daerah Minahasa, sekolah ini berupaya untuk menjadi mitra kerja pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Komitmen sekolah ini sejak didirikan adalah membangun nusa dan bangsa. Serta ikut melaksanakan amanat cita – cita luhur bangsa, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejak didirikan tahun 1987 dengan SK Pendirian Nomor 193 / I 16.17 / U / 1987, sekolah ini telah meluluskan + 521 siswa. Saat ini, staf pengajar yang ada di sekolah ini berjumlah 15 orang, terdiri dari 7 guru PNS dan 8 guru honorer, dengan jumlah siswa 142 orang.

Dalam kiprahnya sebagai sekolah swasta, sangat dirasakan bahwa pemerintah punya kepedulian terhadap perkembangan sekolah ini. Hal ini dirasakan dengan adanya pelbagai bantuan yang bergulir dan diprogramkan untuk sekolah ini. Pada tahun 2004 dan 2005, melalui program Block Grant, pemerintah memberikan bantuan perluasan dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB). Pada tahun 2006, pemerintah kembali memberikan bantuan berupa dana penunjang pengadaan sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar dalam bentuk Block Grant BIS (Bantuan Imbal Swadaya) mutu.

Tahun 2007 ini, kembali angin segar menerpa sekolah ini, bahkan sekolah – sekolah swasta lainnya, dengan program pembebasan SPP. Tentu saja secara positif, arif dan bijaksana, program ini disambut baik. Sebab dengan demikian, dirasakan bahwa antara sekolah negeri dan sekolah swasta, tidak dibedakan. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah untuk pembebasan SPP bagi sekolah negeri dan sekolah swasta merupakan terobosan baik dan positif, yang membuka lebar-lebar peluang bagi siswa atau orang tua kurang mampu untuk mengenyam pendidikan. Implementasi dari kebijakan ini tentu saja dengn serta merta menghapus pembedaan mengenai fenomena ”sekolah mahal” dan ”sekolah gratis” atau ”sekolah murah”. Yang ada, adalah baik swasta maupun negeri, secara bersama – sama, saling bahu – membahu, membangun negeri ini dengan berlandaskan pada falsafah DR. Sam Ratulangi :Si Tou Timou Tumou Tou.

Berikutnya >>
Kirim berita ke teman | Print Berita