Meski Hujan, Gebyar Ketupat di Jaton Tetap MeriahGebyar ketupat yang dipusatkan di Mesjid Kiayi Modjo Kampung Jawa Tondano (Jaton), Rabu (07/08) kemarin, tetap meriah walaupun berlangsung di saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Bahkan, hujan tak menyurutkan masyarakat dan para tamu untuk mengikuti berbagai suguhan pertunjukan, seperti Tarian Hadra dan Tarian Maengket.
Acara yang sudah menjadi tradisi di kampung tersebut terbilang sukses dan meriah serta berlangsung aman. Apalagi turut dihadiri langsung Bupati Minahasa Vreeke Runtu, staf ahli Pemprop Sulut, Dandim Minahasa Theo Kawatu, pejabat pemprop dan Pemkab Minahasa serta beberapa tokoh penting umat muslim lainnya.
Perayaan Gebyar Ketupat di Jaton selain untuk meneruskan tra-disi masyarakat Jawa pada umumnya, juga untuk memperkuat tali silaturahmi masyarakat di kampung tersebut. Baik warga sesama umat muslim dan warga Tondano non muslim. Sebab hampir semua rumah di Kampung Jawa menggelar open house.
Sementara itu, sambutan Gubernur Sulut yang dibacakan Anwar Panawar, mengatakan bahwa perayaan Gebyar Ketupan Jaton 2011 bisa memberi makna yang lebih besar, yaitu menjadi ajang silaturahmi antara warga. “Kegiatan ini harus menjadikan warga Jaton peka terhadap kondisi disekitarnya, misalnya masih banyak orang yang hidup di bawah garis kemisikinan yang membutuhkan uluran tangan. Pelaksanaan Gebyar Ketupat Jaton harus menjadi mutiara iman untuk membangun kekeluargaan dan kebersamaan antara warga untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan warga di Sulut,” ujarnya.(bly) (Sumber: Harian Komentar)
|