Digelar di Kaweng dalam rangka memeriahkan ATF, Lomba Paralayang dan Gantole Hibur WargaKakas, KOMENTAR
Lomba paralayang dan gantole, yang digelar dalam rangka me-meriahkan iven international AseanTourism Forum (ATF) di Manado, resmi dibuka Selasa (10/01) kemarin, di Desa Kaweng Kecamatan Kakas. Iven ini pun langsung menyedot perhatian ba-nyak warga Minahasa, termasuk warga setempat.
Antusias warga yang berbon-dong-bondong datang ke sekitar lokasi lomba, mengindikasikan bahwa warga Minahasa pada umumnya sangat haus hiburan. Setidaknya, hal ini diamini Jerry Walangitan, salah satu warga yang memaksakan diri naik ke puncak Gunung Kaweng untuk melihat dari dekat pelaksanaan kegiatan. “Setahu saya, lomba ini terakhir digelar pada tahun 1987 di tempat ini. Jadi sudah sekitar 24 tahun, lomba seperti ini baru dilaksanakan,” katanya antusias.
Pembukaan lomba ini sendiri dikemas lewat suatu upacara di Lapangan Sam Ratulangi Tonda-no. Upacara yang dipimpin Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhary Kan-sil itu dihadiri sejumlah pejabat pemerintah daerah dan pusat. Antara lain baik Bupati Minahasa, Stefanus Vreeke Runtu, Walikota Manado Vicky Lumentut, Deputi Pemuda dan Olah Raga Kemen-pora Prof Dr James Tangkudung, jajaran muspida serta pejabat daerah lainnya,
Sementara itu, DanLanudsri Manado, Letkol Pnb Jorry Koloay, mengatakan, iven tiga hari ini diikuti oleh 55 peserta dari 13 propinisi di Indonesia. “Semua peserta adalah profesional dan atlit PON. Selain mensukeksan ATF, lomba ini juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit baru dari Sulut,” kata Koloay yang kala itu didampingi Camat Kakas, Dave Malonda dan Kumtua Desa Kaweng, Rio Rundengan.
Lomba di hari pertama kemarin memang sempat terhenti akibat hujan deras yang mengguyur daerah Kakas. Namun setelah hujan reda, lomba kembali dilan-jutkan. Sejumlah warga menutur-kan, lomba ini sangat menghibur. Sebab banyak peserta yang tak sungkan-sungkan menunjukkan skill mereka dengan atraksi-atraksi menarik, saat terbang dari puncak Gunung Kaweng kemu-dian mendarat di kompleks per-sawahan milik warga desa se-tempat.(bly) (Sumber: Harian Komentar)
|